Laman

Jumat, 04 Mei 2012

~FF KyuMin Couple~ {I MY ME MINE Chapter 1}


~FF KyuMin Couple~ {I MY ME MINE chapter 1}



Author : Song Sae Yoon
Genre : Romance
Rating : PG – 15
Cast :
Lee Sungmin a.k.a Sungmin (Yeoja)
Cho Kyuhyun a.k.a Kyuhyun
@@@STORY@@@
KYUHYUN P.O.V
Suara musik diskotik terus mengalun dengan asiknya di sekelilingku, ku tatap satu persatu yeoja yang mondar – mandir mencari perhatian dariku dengan gaya style sensual mereka, tapi jujur saja aku tidak tertarik dengan gaya mereka. Aku bangkit dari tempat dudukku dan berjalan ke toilet untuk mencuci mukaku, seperti biasa toilet ini di penuhi dengan suara desahan dan erangan yang selalu membuatku merinding tanpa basa – basi aku langsung keluar tapi sialnya aku malah menabrak seorang pelayan diskotik yang sedang membawakan minuman untuk orang.
“Akh, gwenchana?” Tanyaku lalu membantunya bangkit dari tempat ia terjatuh.
“Gwenchana.” Jawabnya dengan suara yang bergetar, ku lepaskan lengannya dengan cepat ia pergi dari hadapanku.
Jam 01 malam
“Ku rasa ini saatnya untuk pulang.” Gumamku seraya bangkit dan menuju ke parkiran, saat di parkiran dan lebih tepatnya di tempat mobilku berada, aku melihat seseorang sedang ingin memperkosa seorang laki – laki.
“Huh, dasar gay.” Batinku, ku dekati mereka dan…
BBUUGG!!
Ku hajar namja yang ingin memperkosa seorang namja yang tampaknya sangat lemah.
“Gwencahan?” Tanyaku cuek.
“Hiks…hiks…hiks.” Suara isak tangis namja itu sama seperti isak tangis seorang yeoja.
“Yack, gwenchana?” Bentakku, seketika tubuh mungil yang ada di hadapanku ini bergetar.
“Ya…” Ucapku terhenti saat topi yang ia gunakan terlepas dan ku lihat rambut yang panjang sebahu terurai dengan indahnya.
“Yeo…yeoja.” Pekikku kaget.
“Hiks…hiks…hiks.” Yeoja itu terus menangis sekarang aku merasa panik.
“Hemm, hya jangan menangis lagi.” Bujukku, tetapi yeoja itu malah semakin menyaringkan tangisannya membuatku benar – benar panik.
“Aish, eotteokkhae.” Batinku.
“Neo, waeyo?” Tanyanya sambil menunjuk tepat di depan wajahku.
“Hemmm???” Gumamku kaget saat ia menunjukku.
“Kenapa kau mau membantuku, jangan – jangan kau juga om – om girang yah, hhhuuuwwaaa, keluar dari mulut buaya masuk ke dalam mulut singa sial.” Ujarnya di selingah tangisnya.
“Nih, cewek aneh banget.” Pikirku.
“Mwo!!!.” Pekiknya.
“Ah, ani.” Ucapku sambil menggelengkan kepalaku cepat.
“Lalu kau mau apa?” Tanyanya.
“Aku…aku mau pulang, yack apa kau tidak sadar kau sekarang berdiri di depan pintu mobilku, awas…halangin jalan aja.” Marahku.
“Owh, mian.” Ucapnya polos seraya bersingut dan pergi dengan langkah yang gontai, sedangkan aku masuk kedalam mobilku dan menstarter mobilku.
SUNGMIN P.O.V
“Huh, sial banget nih malam, udah di pecat hampir di perkosa lagi, tapi namja yang tadi itu baik juga tapi dari tampangnya sih dia orangnya dingin dan jutek, cih psti tuh namja narsis.” Pikirku seraya berjalan menyelusuri tuotoar taman kota yang sepi ini, semakin lama aku berjalan, semakin dingin dan menusuk – nusuk kulit tubuhku.
“Aduh, malam nih aku harus tidur dimana?” Tanyaku dalam hati, sambil menyeret tas kecilku.
TTTTIIIINNNNN!!!
Suara klakson mobil dari arah belakangku dan…
BBBYYUURR
Sebuah gobangan air yang ada di pinggir jalan terciprat(?) ke arahku sehingga tas kecilku yang bermuatan pakaian yang hanya beberapa ikut basah.
“Arrrgghhh!!!.” Geramku kesal dan…
CCIIITT
Mobil itu berhenti tak jauh dari tempatku, aku melihat seseorang keluar dari mobil itu dan menghampiriku.
“Mian, aku tidak sengaja.” Suara seseorang itu terdengar sangat familiar di telingaku, ku dongakkan kepalaku dan ku tatap wajah seseorang itu.
“Kau!.” Pekik seseorang itu sambil menunjukku dengan tatapan meremehkan.
“Kaukan namja yang tadi.” Ucapku.
“Kenapa aku sial sekali malam ini.” Gumam namja itu terlihat kecewa.
“Omo, yack kau sangka aku tidak sial huh, lihat ini pakaianku kotor semua gara – gara kau.” Marahku sambil berkacak pinggang.
“Aish, siapa suruh jalan di dekat gobangan air.” Timpalnya.
“Mwo, kau sendiri udah tauk di situ ada gobangan air masih aja di laluin.” Balasku.
“Lah, seterah aku dong mau laluin yang mana.” Balasnya cuek.
“Ih, ni namja bikin kesal aja.” Pekikku dalam hati.
“Aish, ya udah! Ayo ikut aku.” Ajaknya seraya menarik tanganku tanpa permisi.
“Kemana?” Tanyaku.
“Ke hotel.” Jawabnya santai.
“Omo!!!.” Pekikku kaget, di paksanya aku masuk kedalam mobilnya dan ia langsung menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
@hotel
“Mau apa kau?” Tanyaku mulai panik.
“Udah ikut aja.” Jawabnya tanpa menghiraukan tatapan membunuhku yang selalu mengawasinya.
@kamar hotel
“Nih!.” Ucapnya seraya menyodorkan pakaian lengkap ke arahku.
“Apa ini?” Tanyaku bingung.
“Untuk nembus kesalahanku.” Jawabnya cuek, tanpa basa – basi ku raih pakaian yang ada di tangannya dan bergegas ke kamar mandi.
“Huwwa, ternyata ia anak orang kaya yah.” Gumamku kagum saat memasuki kamar mandinya yang tampak lebih besar di bandingkan kamar kosanku dulu*yah!klihatan kerenya oppa* setelah mengganti baju aku bergegas keluar dan ku lihat seisi ruangan kamar hotel yang tampaknya adalah ruangan VIP tingkat tinggi.
“Hya, apa yang kau lihat, mau maling yah.” Celetuk namja itu dari ruang tengah.
“Cih, aku tidak sepicik itu.” Ucapku sambil melipat kedua tanganku di dada.
“Nih, makan.” Ucapnya lagi – lagi dengan gaya cuek sambil menyodorkan mangkuk mie ramen di hadapanku.
“Hemm, gomawo.” Ucapku enteng, seraya memakan mie ramenku.
“Kau tinggal di mana?” Tanyanya membuka sebuah pembicaraan.
“…………..” Aku diam dan menggelengkan kepalaku.
“Orang tuamu?” Tanyanya lagi.
“…………..” Aku menggelengkan kepalaku.
“Jadi kau di sini sendirian + gak ada orang tua.” Ucapnya sambil menikmati makanannya.
“………………..” Aku mengangguk.
“Khasian.” Ucapnya tampak tidak peduli.
“Hemmm, kalau begitu kau tinggal bersamaku saja.” Lanjutnya.
“Uhhuukk!!!.” Aku tersedak akibat ucapannya.
“Mwoya?”Tanyanya bingung.
“Ani.” Ucapku enteng.
“Tapi ada satu syaratnya, selama kau tinggal bersamaku kau harus menuruti semua permintaanku dan menjadi asisten pribadiku saat di kuliah nanti gimana?” Tawarnya sambil tersenyum evil.
“Hemmm, tapi aku di gajihkan.” Ucapku.
“Tentu.” Ucapnya.
“Ok, aku setuju.” Ucapku tanpa basa – basi karena sekarang aku benar – benar membutuhkan pekerjaan yang dapat menghasilkan uang untuk membayar oprasi adikku.
“Ok, mulai besok kau harus berkerja.” Ucapnya tegas.
“Nde.” Ucapku bersemangat.
SUNGMIN P.O.V END
KEESOKKAN PAGINYA
KYUHYUN P.O.V
“Ngghh!!!.” Aku menggeliat saat merasakan cahaya matahari telah menembus balik hordenku.
KKKRREEKK
Suara – suara yang lumayan membisingkan telingaku terdengar dari luar, aku beranjak dari tempat tidurku dan keluar.
“Wow.” Gumamku kagum saat aku melihat semua perabotan hotel tiba – tiba begitu mengkilau.
“Akh, Tuan kau sudah bangun.” Ucap yeoja yang tadi malam aku temui.
“Tuan?” Ucapku bingung.
“Nde, karena sekarang aku adalah pembantu pribadi anda, huwahahaha.” Ucap yeoja itu penuh semangat.
“Cih.” Dengusku seraya kembali masuk kedalam kamar.
“Ah, tuan mian tapi bukankah anda harus pergi kuliah.” Ucapnya lagi.
“Ara, akh dari mana kau tahu aku kuliah pada pagi ini.” Tanyaku curiga.
“Ta…da!!!.” Ucapnya seraya memperlihatkan selembar kertas jadwal kuliahku.
“Huh!.” Dengusku acuh seraya menutu pintu dengan sembarang.
@kampus
“Annyeong.” Sapa yeoja yang tadi pagi baru saja memperkenalkan dirinya yang bernama Sungmin.
“Yack, Sungmin-ha berhentilah menyapa semua orang seperti itu.” Pekikku ke arah Sungmin yang sedari tadi menyapa semua orang yang tak pernah bahkan tak ingin aku kenal.
“Mianhae, Kyuhyun-sshi.” Ucapnya sambil membungkuk hormat.
“Nih, cewek patuh banget.” Pikirku, seketika tak ada satupun suara Sungmin yang ku dengar untuk menyapa orang – orang.
“Bagus.” Pikirku, saat memasuki kelas, aku sudah menelphone kepala sekolah untuk memberikan satu meja untuk asistenku.
“Wah, aku punya kursi sendiri.” Ucap Sungmin girang, aku tersenyum kecil saat ia sedang mengelus – elus meja mungil yang ada di sampingku itu.
“Ck.” Decakku merasa aneh.
(saat pelajaran)
“Argh, aku belum nulis bagian itu tadi kok malah di hapus sih.” Gumamku.
“Kyuhyun-sshi, ini aku sudah mencatatnya tadi.” Ucap Sungmin mengagetkanku, ku raih buku yang ia sodorkan ternyata benar ia juga mencatatnya tadi, bahkan tulisannya pun sangat rapi dan bagus.
“Lumayan juga.” Batinku seraya mencatat rumus yang belum aku catat tadi.
(jam istirahat)
“Hey, Kyu pacarnya yah.” Goda Donghae sambil melirik ke arah Sungmin.
“Ani, dia asistenku.” Ucapku cuek.
“Ah, annyeong.” Sapa Sungmin ramah.
“Annyeong, siapa namamu gadis manis?” Tanya Donghae dengan sifat dominannya.
“Ah, choneun Sungminiminda.” Ucap Sungmin ramah.
“Kalau aku Donghae.” Balas Donghae dengan senyum mautnya
“Salam kenal.” Ucap Sungmin ramah.
“Oh, mau ke kantin bersamaku.” Ajak Donghae sambil meraih tangan Sungmin, aku sedikit melirik ke arah tangan Sungmin yang sedang di genggam oleh Donghae.
“Hemm, ngak ah di sana pasti rame.” Ucap Sungmin.
“Ngak kok.” Desak Donghae bersemangat.
“oh ji…” Ucapan Sungmin terputus.
“Sungmin kau harus mengantar buku – buku ini keperpus.” Ucapku.
“Mwo, sebanyak ini.” Ucapnya ingin protes.
“Ingat kau adalah asistenku.” Ucapku.
“Ta…” Lagi – lagi ucapan Sungim terputus.
“Ah, biar aku bantu yah Sungmin.” Ucap Donghae bersemangat.
“Tidak dia bisa sendiri.” Ucapku tegas, Sungmin menatapku kesal dan mulai merenggut kesal.
“Ya, udah aku antar ini dulu yah Donghae.” Ucap Sungmin seraya pergi, Donghae menatapku dengan tatapan sinis.
“Yack, kau jahat sekali punya asisten secantik itu tidak bilang – bilang ama aku, kan sayang jika jadi asisten aja.” Ucap Donghae.
“Huh, dia itu orang yang aneh.” Ucapku jutek.
“Aneh, maksudmu?” Tanya Donghae.
“Akh, susah jika di jelaskan.” Jawabku, lalu tak lama kemudian Sungmin kembali denga raut wajah yang bahagia.
“Waeyo?” Tanya Donghae bersemangat.
“Aku dapat surat cinta.” Jawab Sungmin girang.
“Omo, jincha huwah kelihatannya aku ada saingan.” Ceplos Donghae.
“Mwo!,” Pekik Sungmin.
“Ani.” Ucap Donghae.
“Dari siapa?” Tanyaku cuek.
“Kalau gak salah.” Jawab Sungmin seraya membolak – balik kertas surat itu.
“Akh, ini dia namanya Siwon.” Lanjut Sungmin.
“Omo!.” Pekikku dan Donghae bersamaan.
“Waeyo?” Tanya Sungmin bingung.
“Ck, sini suratnya.” Pintaku.
“Akh, nde.” Ucap Sungmin seraya menyerahkan suratnya kepadaku
“Ayo Donghae!.” Ajakku.
“Nde.” Ucap Donghae seraya beranjak dari tempat duduknya, sedangkan Sungmin mengiringiku dan Donghae dari belakang.
(lapangan basket)
Ku tangkap bola yang mengarah ke arahku dan ku hampiri seorang namja yang tidak bukan adalah Siwon.
“Ada urusan apa kau ke sini?” Tanyanya santai.
“Apa maksudnya ini?” Tanyaku.
“Owh, itu…itu surat cinta.” Jawabnya santai.
“Kau tahu bukan, siapa yang kau beri surat cinta?” Tanyaku lagi.
“Tentu dia asistenmukan.” Jawabnya.
“Nde, dan kau juga tahu sifatku bukan.” Ucapku tegas.
“Huh, Kyuhyun-sshi kau masih saja egois seperti dulu.” Ucapnya.
“Cih.” Gumamku.
“Dengar diakan cuman asistenmu bukan kekasihmu atau keluargamu.” Ucapnya lagi.
“Aku tidak peduli jauhi dia.” Ucapku seraya membuang surat cintanya dan menarik Sungmin untuk pergi dari situ.
(di hotel)
“Buatkan aku makanan.” Pintaku dingin.
“Nde.” Pekiknya.
SUNGMIN P.O.V
“Cih, apa – apaan sih Kyuhyun, wah ternyata namja yang bernama Siwon itu keren juga.” Batinku saat mengingat – ingat kejadian tadi.
“Yack, Sungmin cepat.” Pinta Kyuhyun bringas.
“IYA!!!.” Terikku.
“Kenapa sih nih orang moodnya cepat banget berubahnya.” Pikirku sambil menaruh makanan yang aku buat di atas meja makan.
“Oya, satu hal lagi Sungmin-ah jauhi namja yang bernama Siwon itu arachi.” Pesannya.
“Ara…ara.” Ucapku frustasi, dengan lahap di makannya kimbap dan kimchi yang aku buat. Setelah makan aku mencuci piringnya yang kotor lalu tak lama aku duduk untuk istirahat lagi – lagi ia memanggilku.
“Waeyo?” Sahutku saat ia memanggilku, kemudian…
TBC

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar